Cara Virtual Reality atau VR Meningkatkan Pengalaman Belajar

Posted on

Teknologi terus mengubah cara belajar di berbagai bidang, salah satunya melalui virtual reality (VR). Menggunakan VR, pembelajaran tidak lagi terbatas pada buku atau papan tulis. Siswa bisa merasakan pengalaman langsung seperti menjelajahi luar angkasa, melihat struktur tubuh manusia dari dalam, hingga memahami sejarah lewat simulasi interaktif. Pendekatan ini membuat belajar terasa lebih menarik, mendalam dan mudah dipahami.

virtual reality
pinterest.com

Cara Virtual Reality Meningkatkan Pemahaman

Konsep belajar tradisional seringkali bersifat statis, dengan siswa duduk mendengarkan ceramah guru atau membaca dari buku teks. Metode ini, meskipun valid, kerap gagal menumbuhkan pemahaman kontekstual yang mendalam. Teknologi ini bisa digunakan dalam berbagai bidang studi dengan hasil yang konkret. Berikut adalah beberapa cara VR meningkatkan pemahaman siswa.

1. Menghidupkan Pelajaran Sejarah dan Sains

Virtual reality memungkinkan siswa melakukan perjalanan ke situs-situs bersejarah, menyaksikan langsung peristiwa penting atau bahkan menjelajahi tata surya. Pengalaman melihat langsung ini membantu siswa membangun pemahaman kontekstual dengan materi, membuat informasi lebih mudah dipahami dan diingat.

2. Simulasi Praktek Tanpa Resiko

Pada bidang yang memerlukan keterampilan praktik tinggi seperti kedokteran dan teknik, pembelajaran VR menawarkan lapangan praktek yang aman. Mahasiswa kedokteran dapat berlatih prosedur bedah kompleks pada pasien virtual tanpa menimbulkan risiko pada pasien sungguhan.

Sedangkan, siswa teknik dapat bereksperimen dengan mesin atau struktur bangunan dalam lingkungan terkendali. Simulasi ini memungkinkan eksplorasi dan pembelajaran dari kesalahan tanpa konsekuensi fatal, membangun kompetensi dan kepercayaan diri.

3. Menciptakan Kesetaraan dalam Akses Pendidikan

Salah satu janji terbesar virtual reality dalam pendidikan adalah kemampuannya meruntuhkan batas geografis dan ekonomi. Siswa yang berada di daerah terpencil atau sekolah dengan sumber daya terbatas dapat melakukan studi banding ke museum ternama di ibu kota atau bahkan di belahan dunia lain tanpa harus mengeluarkan biaya perjalanan yang besar. Teknologi ini membawa dunia ke dalam ruang kelas, memberikan pengalaman belajar yang setara bagi lebih banyak siswa.

4. Meningkatkan Motivasi

Lingkungan belajar yang imersif dan interaktif lebih menarik dan menyenangkan. Ketika siswa merasa tertarik dan menikmati proses belajar, motivasi mereka untuk terlibat secara aktif pun meningkat. Mereka bukan lagi penerima informasi yang pasif, melainkan menjadi lebih aktif dalam belajar. Peningkatan motivasi ini adalah kunci dari pembelajaran yang efektif.

Perbandingan Virtual Reality vs Augmented Reality

Meskipun sama-sama inovasi teknologi canggih, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) memiliki perbedaan dalam cara berinteraksinya. Inilah kenapa penting untuk mengetahui perbedaannya, agar proses belajar tepat sasaran.

VR sepenuhnya membawa pengguna ke dalam lingkungan digital yang menggantikan dunia fisik. Sehingga pengalaman yang dirasakan terasa menyeluruh dan imersif. Teknologi ini membutuhkan headset khusus yang menutup pandangan dari dunia nyata. Sering kali dilengkapi pengontrol untuk berinteraksi dalam simulasi. VR banyak digunakan untuk permainan, pelatihan profesional seperti operasi, hingga pariwisata virtual.

Sementara itu, AR tidak menggantikan kenyataan, melainkan memperkaya pandangan pengguna dengan menambahkan elemen digital seperti gambar, teks atau animasi ke dunia nyata. Teknologi ini lebih praktis karena dapat diakses melalui ponsel, tablet atau kacamata AR. AR banyak diterapkan untuk desain, pemeliharaan, navigasi, hingga fitur populer seperti filter media sosial atau uji coba produk secara virtual.

Rekomendasi Produk VR Terbaik

Menurut review @BangRipiu yang dibagikan di YouTube channelnya, Meta Quest 3S menawarkan pengalaman menarik dengan harga sekitar 5,5 juta. Menjadikannya alternatif terjangkau dibanding Apple Vision Pro. Aksesori dan fitur navigasi tangannya lengkap, meski responsnya masih kurang halus. Dari sisi visual, kualitasnya sedikit di bawah Meta Quest 3 dengan sudut pandang yang kadang blur, tapi tetap lebih baik dari generasi lama.

Tantangan Aplikasi VR Dalam Pendidikan

Meskipun potensinya besar, integrasi virtual reality dalam pendidikan masih menghadapi beberapa tantangan. Biaya perangkat headset VR dan pengembangan konten edukasi yang berkualitas masih menjadi kendala bagi banyak institusi. Selain itu, diperlukan pelatihan bagi guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum dengan efektif.

Namun, dengan semakin terjangkaunya harga virtual reality dan makin banyaknya konten edukasi yang dikembangkan, tantangan ini lambat laun dapat teratasi. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengembang teknologi akan terus membuka jalan bagi terciptanya pengalaman belajar masa depan yang lebih inklusif dan mendalam. /Fitri