Cornell Notes, Cara Efektif Meningkatkan Memori dan Pemahaman Belajar

Posted on

Seringkali siswa menghadapi tantangan besar dalam mengingat materi pembelajaran. Meskipun mencatat saat belajar terdengar seperti strategi tepat, kenyataannya banyak orang merasa catatan tidak terlalu membantu. Hal ini mungkin terjadi karena metode pencatatan kurang sistematis. Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan Cornell Notes.

Cornell Notes
YouTube

Mengenal Apa Itu Metode Cornell Notes

Cornell Notes atau metode catatan Cornell adalah sistem pencatatan yang dikembangkan oleh Walter Pauk. Ia merupakan seorang profesor pendidikan di Cornell University, pada tahun 1950-an.

Tujuan utama dari metode ini adalah membantu siswa mencatat materi pelajaran dengan lebih terstruktur. Sehingga mempermudah para siswa untuk belajar sekaligus mengingat informasi secara efektif.

Metode Cornell tidak hanya sekedar menulis informasi yang diberikan. Lebih dari itu, aktivitas ini juga melibatkan proses memilah, meringkas dan mengevaluasi informasi.

Struktur catatannya bahkan memaksa siswa untuk aktif memikirkan materi yang mereka pelajari. Tentu bukan sekedar menyalinnya dari papan tulis atau buku utama. Dengan demikian, catatan menjadi alat belajar yang lebih fungsional daripada sekadar dokumentasi pasif.

Komponen Pokok Catatan Cornell

Metode belajar Cornell Notes biasanya terbagi menjadi tiga bagian utama. Setiap bagian memiliki peran seimbang dalam menghasilkan catatan yang terstruktur dan mudah pengguna pahami. Adapun bagian-bagian tersebut antara lain:

  • Cue Column yakni kolom sempit di sisi kiri untuk menulis pertanyaan, kata kunci, atau topik penting. Bagian ini digunakan saat meninjau kembali catatan agar siswa bisa menguji pemahaman mereka.
  • Note-Taking Area atau bagian utama di sisi kanan yang berfungsi untuk menuliskan informasi dari pelajaran secara lengkap. Termasuk fakta, konsep dan penjelasan detail.
  • Summary di bagian bawah halaman untuk menulis ringkasan singkat dari seluruh catatan. Ringkasan tersebut dapat membantu memperkuat memori serta mempermudah review cepat.

Cara Membuat Catatan Cornell

Seperti telah tertera sebelumnya, membuat Cornell Notes tidak sekadar menulis apa yang siswa dengar atau baca. Metodenya menekankan pada proses menyaring informasi, menandai hal penting dan merangkum inti materi supaya lebih mudah mengingatnya. Berikut beberapa langkah mudah untuk membuatnya

  • Pertama, siapkan kertas atau template Cornell. Lalu buat halaman dengan dua kolom. Satu kolom kecil di kiri (cue column) dan satu kolom besar di kanan (note-taking area). Sisakan baris di bagian bawah untuk ringkasan.
  • Di area catatan, tuliskan informasi penting dari buku, ceramah, atau materi pembelajaran. Gunakan bahasa sendiri untuk meningkatkan pemahaman.
  • Setelah selesai menulis catatan, buat pertanyaan atau tuliskan kata kunci di kolom kiri. Ini akan berguna untuk menguji diri sendiri saat mengulang materi.
  • Jika sudah, tuliskan ringkasan singkat dari catatan untuk menghubungkan konsep-konsep penting. Hal tersebut juga berguna dalam memudahkan peninjauan di lain waktu.
  • Terakhir, gunakan cue column untuk menguji pemahaman. Tutup area catatan kanan dan coba jawab pertanyaan di kiri. Ulangi prosesnya secara rutin agar informasi lebih mudah masuk ke memori otak.

Keunggulan vs Kelemahan Catatan Cornell

Seperti metode belajar lainnya, Cornell Notes memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan.

Melansir dari kanal YouTube virasjournal, sang YouTuber menggunakan catatan Cornell di sekolah. Selama menggunakan, metode ini dirasa punya struktur yang Jelas. Sehingga mempermudah menulis, meninjau dan mengingat informasi penting. Selain itu, prosesnya mendorong untuk mengolah informasi secara aktif, bukan hanya menyalin. Bahkan, ia juga memberikan tips untuk membuat catatan dengan merekam penjelasan guru jika memungkinkan. Tujuannya supaya poin-poin penting tidak terlewatkan. Lebih lanjut, bagian cue column dan ringkasan membuat proses review lebih cepat sekaligus efektif. Ini sangat mendukung memori jangka panjang.

Kendati begitu, dari sisi kelemahan, pembuatan catatan Cornell dan ringkasan membutuhkan waktu ekstra dibandingkan metode biasa.

Seringkali, Cornell juga kurang fleksibel untuk semua jenis materi. Misalnya materi yang sangat visual atau berbasis grafik mungkin sulit dicatat secara efektif dengan format ini. Akan lebih mudah menggunakan mapping.

Selain itu, tanpa review yang rutin, keefektifan metode ini bisa menurun. Alhasil tetap tidak efektif. Sehingga perlu konsistensi guna meningkatkan pemahaman yang lebih permanen.

Secara keseluruhan, Cornell Notes menjadi salah satu teknik pencatatan yang terbukti efektif dalam membantu siswa belajar. Dengan menggabungkan catatan, pertanyaan dan ringkasan, metode ini tidak hanya mempermudah pencatatan. Namun juga meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami materi pelajaran. Meskipun membutuhkan sedikit usaha, manfaat jangka panjangnya jelas sangat signifikan.