Total Physical Response (TPR) adalah metode yang biasa digunakan untuk memahami bahasa. Metode ini menjadi alat yang tepat untuk belajar kalimat perintah, instruksi, kata kerja dan masih banyak yang lainnya. Dengan metode ini maka siswa akan lebih mudah mempelajari bahasa termasuk bahasa asing.
Teknik ini cukup populer dimana pembelajaran berfokus pada gerak tubuh dan pemerolehan bahasa. Menggerakkan tubuh, bernyanyi dan menari menjadi cara efektif dalam pembelajaran untuk memperkuat tindakan. Cara belajar bahasa dengan metode ini akan sangat menyenangkan khususnya untuk para siswa.

Pengertian Metode Total Physical Response
Mempelajari bahasa asing terkadang memang sulit. Bahkan untuk para siswa mempelajari bahasa Inggris di sekolah terkadang membuatnya merasa bingung. Namun seiring dengan perkembangan pembelajaran kini sudah dengan mudah menerapkan metode TPR baik di lingkungan sekolah atau saat kursus bahasa.
Metode ini banyak diterapkan saat pembelajaran bahasa terutama bahasa Inggris. Dimana pembelajaran ini menekankan antara koordinasi bahasa dan gerakan fisik. Siswa harus merespon secara fisik perintah bahasa yang telah dipelajari. Cara ini dilakukan untuk menciptakan hubungan antara lisan dan tindakan yang sesuai.
Melalui cara ini justru mendengarkan bahasa dan mengubahnya menjadi tindakan bisa membantu kemampuan berbicara jauh lebih baik. Aktivitas motorik untuk mendorong pembelajaran terhadap otak kanan dan tersimpan dalam jangka panjang. Metode TPR ini cukup efektif untuk mengajarkan bahasa asing berbasis imperatif.
Alasan Penerapan Metode TPR
Metode Total Physical Response cocok digunakan untuk para pelajar yang merasa kesulitan untuk memahami bahasa asing. Biasanya guru hanya berbicara dan murid harus bisa mempelajarinya. Namun cara tersebut dianggap kurang efektif. Karena alasan inilah mengapa dimulainya penggunaan metode TPR.
Salah satu alasan penggunaan metode ini juga lebih efektif. Peserta didik bisa mendengarkan guru saat mengucapkan kosakata bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan yang membantu meningkatkan keterampilan seiring berjalannya waktu.
Seperti dilansir dalam kanal YouTube TV 8 Suara Sekolah ada beberapa jenis metode TPR bahasa Inggris. Dimana pertama yaitu TPR kosa kata yang bisa dipahami melalui gerakan tubuh. Bahkan memahami kalimat melalui gerakan tubuh dan gambar visual. Sedangkan yang kedua yaitu TPR melalui lagu dimana memahami kosakata melalui lagu dan gerakan tubuh. Metode yang digunakan ini sudah terbukti efektif dan menyenangkan. Terutama bagi siswa muda yang mulai belajar bahasa asing.
Perbandingan Metode TPR vs Participatory Approaches
Kedua metode belajar ini cukup efektif dalam mempelajari bahasa. Masing-masing memiliki caranya tersendiri untuk bisa diterapkan pada siswanya. Jika metode TPR melalui gerakan dalam mengajarkan kosa kata Participatory Approaches pendekatan yang dilakukan dengan melibatkan siswanya secara aktif termasuk dalam pemecahan masalah.
Guru akan bertindak sebagai fasilitator buka sebagai salah satu sumber pengetahuan. Siswa dapat berperan aktif bekerja kelompok dan memecahkan masalah nyata. Metode ini membutuhkan peran dari semua pihak, waktu lebih lama dan memastikan semua siswa efektif dalam mengikuti pembelajaran.
Kedua metode tersebut cukup efektif untuk TPR dapat digunakan untuk mengenal kosakata dengan cara mendengar dan merasakan. Cocok untuk siswa yang ingin belajar. Sedangkan untuk metode Participatory Approaches lebih ke diskusi kelompok dan pemecahan masalah. Metode ini tepatnya untuk siswa yang suda memiliki keterampilan berpikir kritis dan memiliki dasar bahasa yang cukup.
Metode pembelajaran bahasa Total Physical Response menjadi pilihan tepat untuk pemula. Cara belajar ini lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Siswa cukup memahami dan mendengarkan apa yang diucapkan dan digerakkan oleh guru./sinta