Metode belajar eksperimen adalah salah satu pendekatan pengajaran yang diterapkan guru kepada peserta didik. Guru membimbing siswa untuk melakukan percobaan secara langsung, mengamati prosesnya, serta merasakan pengalaman tersebut secara nyata.

Jenis Metode Belajar Eksperimen
Metode eksperimen memiliki beragam bentuk yang dapat diterapkan. Berdasarkan tempat pelaksanaannya, eksperimen umumnya terbagi menjadi dua kategori, yaitu eksperimen yang dilakukan di laboratorium dan eksperimen di lapangan. Penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing metode akan dijabarkan berikut ini.
Eksperimen Laboratorium
Metode belajar eksperimen laboratorium adalah penelitian dilakukan dalam ruang laboratorium, pusat studi, atau lingkungan buatan yang dikontrol. Tempat ini dirancang sedemikian rupa agar menyerupai kondisi alami partisipan, tetapi tetap memungkinkan peneliti mengatur semua variabel secara penuh. Karena pengaturan ini, metode ini sering disebut Laboratory Experiment.
Eksperimen laboratorium bertujuan memberikan kendali penuh kepada peneliti dalam manipulasi variabel serta mempermudah proses pengamatan dan pengukuran. Dalam penelitian jenis ini, partisipan menyadari bahwa mereka sedang diamati dan terlibat dalam kegiatan eksperimen.
Eksperimen Lapangan
Jenis eksperimen berikutnya adalah eksperimen lapangan, yaitu metode penelitian yang dilakukan langsung di lingkungan nyata. Metode ini dikenal juga dengan sebutan Field Experiment, yang melibatkan partisipan atau subjek penelitian secara langsung.
Berbeda dengan eksperimen laboratorium, dalam eksperimen lapangan partisipan mungkin sadar atau tidak bahwa mereka sedang diamati. Metode ini memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri.
Kelebihan utama eksperimen lapangan adalah hasilnya mencerminkan kondisi nyata dari subjek yang diteliti. Sementara itu, salah satu tantangannya adalah peneliti biasanya memiliki kendali lebih terbatas dalam mengatur atau memanipulasi kondisi penelitian.
Kelebihan Metode Eksperimen
Metode belajar eksperimen memiliki sejumlah keuntungan yang dapat dimanfaatkan. Beberapa keunggulan dari penerapan metode ini antara lain kemampuannya untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat diuji, serta memungkinkan peneliti mengamati hubungan sebab-akibat secara langsung.
Metode eksperimen mendorong peserta didik untuk lebih meyakini kebenaran atau kesimpulan melalui pengalaman dan percobaan mereka sendiri, bukan sekadar menerima penjelasan dari guru atau buku. Peserta didik pun dapat menumbuhkan kemampuan untuk melakukan eksplorasi serta mempelajari ilmu dan teknologi secara aktif.
Sikap ilmiah yang biasa diterapkan oleh para peneliti dapat dilatih melalui pendekatan ini. Penerapan metode eksperimen, lahir individu mampu menciptakan inovasi dan penemuan baru, yang diharapkan memberi manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Kekurangan Metode Eksperimen
Metode belajar eksperimen juga memiliki beberapa keterbatasan. Ketersediaan alat terbatas membuat tidak semua peserta dapat melakukan percobaan secara langsung. Jika eksperimen membutuhkan waktu cukup panjang, proses belajar berikutnya akan tertunda. Selain itu, metode ini lebih efektif digunakan untuk penyampaian materi yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi.
Sebelum memulai metode eksperimen, penting memahami bahwa urutan langkah dapat berbeda tergantung pada desain atau jenis eksperimen yang digunakan. Meskipun demikian, secara umum, langkah-langkah berikut dapat dijadikan panduan dalam melaksanakan eksperimen.
Tahap Persiapan
Pertama persiapan merupakan langkah awal yang mencakup beberapa kegiatan, antara lain:
- Menyiapkan seluruh kebutuhan eksperimen, seperti peralatan, bahan, dan rencana pelaksanaan.
- Menentukan metode yang akan digunakan serta tujuan eksperimen ingin dicapai.
- Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung jalannya eksperimen.
- Melakukan percobaan awal sebelum tugas diberikan kepada siswa, sehingga guru dapat memperkirakan hasil dan kemungkinan muncul.
- Menyusun lembar kerja memuat instruksi, tugas siswa, kriteria penilaian, dan informasi tambahan lain yang relevan.
Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan metode eksperimen dilakukan melalui beberapa langkah berikut:
- Guru memaparkan prosedur, alat, dan bahan yang digunakan dalam eksperimen, sekaligus menjelaskan fungsi masing-masing bahan.
- Guru memberikan bimbingan, bantuan, dan pengawasan saat siswa melakukan eksperimen, termasuk memantau pengamatan dan aktivitas dijalankan.
- Setelah eksperimen selesai, siswa menyusun laporan dan menarik kesimpulan secara lengkap sesuai panduan lembar kerja yang telah disediakan.
Tahap Tindak Lanjut
Setelah metode belajar eksperimen selesai, dilakukan beberapa langkah berikut:
- Guru mengajak siswa berdiskusi mengenai kendala atau kesulitan yang ditemui selama eksperimen.
- Semua peralatan yang telah digunakan dibersihkan, dikumpulkan, dan disimpan dengan rapi untuk menjaga kelancaran kegiatan pembelajaran berikutnya.
- Guru memberikan penilaian akhir terhadap pelaksanaan eksperimen, sebagai acuan agar kegiatan eksperimen di kesempatan selanjutnya lebih efektif dan terstruktur.
Berdasarkan video dari kanal YouTube SekolahkudiRumah, eksperimen sederhana dapat dilakukan di rumah. Pertama campurkan bubuk kunyit dengan air hingga merata. Tambahkan deterjen bubuk dan aduk sampai larutan berubah menjadi merah. Peras jeruk nipis ke dalam campuran dan aduk kembali. Percobaan ini bertujuan untuk mengamati perubahan pH dalam larutan.
Perbandingan Metode Eksperimen dengan Teknik Pomodoro
Metode belajar eksperimen dan teknik Pomodoro memiliki pendekatan yang berbeda dalam meningkatkan efektivitas belajar. Metode eksperimen menekankan pembelajaran melalui praktik langsung dan penemuan sendiri, sehingga pengetahuan lebih mudah dipahami dan diingat karena melibatkan pengalaman nyata.
Sementara itu, teknik Pomodoro fokus pada manajemen waktu dengan membagi sesi belajar menjadi interval singkat yang intens. Lalu, diikuti istirahat singkat untuk meningkatkan konsentrasi dan mencegah kelelahan.
Metode belajar eksperimen terbukti menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kreativitas karena mendorong siswa untuk berpikir kritis, mencoba berbagai pendekatan, dan menemukan solusi secara mandiri. /satya



