Bagi banyak pencari kerja, tahap psikotes sering menjadi salah satu bagian yang paling menegangkan dalam proses rekrutmen. Selain tes logika, matematika, dan kepribadian, tidak sedikit perusahaan yang masih menggunakan tes menggambar orang dan pohon sebagai bagian dari seleksi karyawan.
Ketika mendengar bahwa harus menggambar saat psikotes, banyak pelamar langsung merasa khawatir. Sebagian menganggap dirinya tidak memiliki bakat menggambar, sementara yang lain takut hasil gambarnya dinilai buruk oleh psikolog atau HRD. Akibatnya, rasa gugup sering muncul bahkan sebelum tes dimulai.
Padahal, tujuan utama tes menggambar dalam psikotes bukan untuk menilai kemampuan seni atau bakat melukis seseorang. Psikolog menggunakan gambar sebagai salah satu alat untuk memahami karakter, pola pikir, kepercayaan diri, kestabilan emosi, hingga cara seseorang memandang dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Karena itulah, Anda tidak perlu menjadi seniman profesional untuk mendapatkan hasil yang baik. Yang jauh lebih penting adalah memahami tujuan tes, mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan, serta menghindari kesalahan yang sering dilakukan peserta.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai tes menggambar orang dan pohon dalam psikotes, alasan perusahaan masih menggunakannya, cara menggambar yang baik, kesalahan yang harus dihindari, serta berbagai tips agar Anda lebih percaya diri saat menghadapi seleksi kerja.
Apa Itu Psikotes Menggambar Orang Dan Pohon?

Tes menggambar orang dan pohon merupakan salah satu metode yang cukup lama digunakan dalam dunia psikologi industri dan organisasi.
Dalam proses psikotes, peserta biasanya diminta menggambar seseorang secara utuh pada selembar kertas kosong. Setelah itu, peserta juga diminta menggambar sebuah pohon dengan karakteristik tertentu sesuai instruksi yang diberikan.
Setelah gambar selesai, terkadang peserta diminta menuliskan identitas tokoh yang digambar, seperti nama, usia, pekerjaan, aktivitas, atau cerita singkat mengenai gambar tersebut.
Meskipun terlihat sederhana, gambar yang dibuat dapat memberikan berbagai informasi yang membantu psikolog dalam melakukan penilaian kepribadian.
Mengapa Tes Menggambar Masih Digunakan Dalam Psikotes?
Di era digital saat ini, banyak orang bertanya mengapa tes menggambar masih menjadi bagian dari psikotes perusahaan.
Jawabannya karena metode ini masih dianggap mampu memberikan gambaran tambahan mengenai karakter seseorang ketika digunakan bersama alat tes lainnya.
Melihat Cara Kandidat Mengekspresikan Diri
Gambar dapat menjadi salah satu media ekspresi yang menunjukkan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan lingkungannya.
Membantu Memahami Kepribadian
Psikolog tidak menilai bagus atau jeleknya gambar, melainkan memperhatikan berbagai aspek yang muncul dalam hasil gambar tersebut.
Menjadi Pelengkap Tes Lain
Tes menggambar biasanya tidak berdiri sendiri. Hasilnya akan dibandingkan dengan tes kepribadian, wawancara, dan alat ukur lainnya.
Apakah Harus Pandai Menggambar Untuk Lolos Psikotes?
Pertanyaan ini menjadi salah satu yang paling sering diajukan oleh pelamar kerja.
Jawabannya adalah tidak.
Dalam psikotes, kemampuan menggambar secara artistik bukan faktor utama yang dinilai.
Anda tidak perlu membuat gambar yang sangat detail atau menyerupai karya seni profesional.
Yang lebih penting adalah gambar terlihat jelas, proporsional, lengkap, dan dibuat dengan sungguh-sungguh.
Karena itu, jangan panik jika merasa tidak memiliki bakat menggambar.
Memahami Tes Draw A Person Dalam Psikotes
Salah satu tes yang paling sering digunakan adalah Draw A Person Test atau tes menggambar manusia.
Pada tes ini, peserta diminta menggambar seorang manusia secara utuh.
Tujuannya bukan untuk menilai kemampuan seni, tetapi untuk membantu memahami berbagai aspek psikologis kandidat.
Menggambar Secara Utuh
Pastikan seluruh bagian tubuh tergambar dengan lengkap mulai dari kepala hingga kaki.
Hindari menggambar manusia setengah badan atau hanya bagian tertentu saja.
Gunakan Proporsi Yang Wajar
Dalam psikotes, gambar yang terlalu kecil atau terlalu besar sering menjadi perhatian penilai.
Usahakan gambar menggunakan ruang kertas secara proporsional.
Buat Gambar Yang Jelas
Setiap bagian tubuh sebaiknya terlihat dengan cukup jelas dan mudah dikenali.
Bagian Tubuh Yang Sebaiknya Tidak Dilupakan
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi saat psikotes adalah lupa menggambar bagian tubuh tertentu.
Mata
Mata merupakan bagian penting yang sebaiknya tidak dihilangkan.
Telinga
Pastikan telinga digambar secara sederhana namun tetap terlihat.
Hidung Dan Mulut
Bagian wajah sebaiknya lengkap dan proporsional.
Tangan Dan Jari
Banyak peserta lupa menggambar jari atau membuat tangan tidak lengkap.
Kaki Dan Sepatu
Usahakan seluruh tubuh terlihat utuh hingga bagian bawah.
Tips Menggambar Orang Saat Psikotes
Pilih Sosok Yang Sedang Beraktivitas
Beberapa psikolog menyarankan menggambar seseorang yang terlihat aktif dan produktif.
Contohnya seorang guru, karyawan, dokter, atau profesi lain yang memiliki aktivitas positif.
Berikan Ekspresi Yang Wajar
Wajah yang terlalu marah atau terlalu sedih sebaiknya dihindari.
Gunakan ekspresi netral atau ramah.
Buat Penampilan Yang Rapi
Dalam psikotes, gambar orang yang terlihat rapi sering dianggap menunjukkan perhatian terhadap detail.
Hindari Coretan Berlebihan
Terlalu banyak menghapus dan mencoret dapat membuat gambar terlihat kurang rapi.
Mengenal Tes Menggambar Pohon Dalam Psikotes
Selain menggambar manusia, peserta juga sering diminta menggambar pohon.
Tes ini dikenal luas sebagai Baum Test atau Tree Drawing Test.
Pohon yang digambar digunakan sebagai salah satu alat untuk mengeksplorasi berbagai aspek kepribadian seseorang.
Cara Menggambar Pohon Yang Baik Saat Psikotes
Buat Batang Pohon Yang Jelas
Batang pohon sebaiknya terlihat kokoh dan proporsional.
Tambahkan Cabang Dan Ranting
Cabang membantu membuat gambar terlihat lebih lengkap.
Gambarkan Daun Secukupnya
Daun tidak harus sangat detail, tetapi sebaiknya tetap ada.
Buat Akar Jika Memungkinkan
Beberapa peserta memilih menambahkan akar agar gambar tampak lebih lengkap.
Gunakan Ruang Kertas Dengan Baik
Hindari menggambar pohon yang terlalu kecil di sudut kertas.
Pohon Seperti Apa Yang Sebaiknya Digambar?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat membahas psikotes adalah jenis pohon yang sebaiknya digambar.
Pada umumnya, pilih pohon yang realistis dan mudah dikenali.
Pohon mangga, pohon rambutan, pohon jambu, atau pohon besar lainnya sering menjadi pilihan yang aman.
Hindari menggambar pohon yang terlalu abstrak atau sulit dipahami.
Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menggambar Pohon
Pohon Tidak Memiliki Batang Yang Jelas
Batang merupakan bagian utama yang sebaiknya terlihat dengan baik.
Pohon Terlalu Kecil
Gambar yang terlalu kecil sering menunjukkan kurangnya pemanfaatan ruang yang tersedia.
Pohon Mati
Hindari menggambar pohon yang terlihat rusak, mati, atau tidak memiliki daun sama sekali.
Terlalu Banyak Coretan
Coretan berlebihan membuat hasil gambar terlihat kurang rapi.
Apakah Ukuran Gambar Berpengaruh?
Ukuran gambar memang sering diperhatikan dalam psikotes, tetapi bukan berarti semakin besar atau semakin kecil pasti memiliki arti tertentu.
Yang terpenting adalah gambar terlihat proporsional dan memanfaatkan area kertas secara wajar.
Gambar yang terlalu kecil dapat membuat detail sulit terlihat, sedangkan gambar yang terlalu besar terkadang menyulitkan penempatan seluruh elemen gambar.
Tips Mengelola Rasa Gugup Saat Psikotes
Banyak peserta gagal menunjukkan kemampuan terbaik karena terlalu cemas.
Datang Lebih Awal
Datang tepat waktu membantu mengurangi tekanan sebelum tes dimulai.
Istirahat Yang Cukup
Tidur yang cukup membantu meningkatkan konsentrasi selama psikotes.
Jangan Membandingkan Diri Dengan Peserta Lain
Fokuslah pada pekerjaan Anda sendiri.
Baca Instruksi Dengan Teliti
Pastikan memahami seluruh instruksi sebelum mulai menggambar.
Peralatan Yang Sebaiknya Dipersiapkan
Meskipun perusahaan biasanya menyediakan alat tulis, membawa perlengkapan sendiri tetap disarankan.
Pensil HB
Pensil jenis ini umum digunakan dalam berbagai tes tertulis.
Penghapus Yang Bersih
Penghapus berkualitas baik membantu menjaga hasil gambar tetap rapi.
Pulpen Cadangan
Beberapa bagian tes mungkin membutuhkan alat tulis tambahan.
Apakah Ada Jawaban Benar Dan Salah Dalam Psikotes Menggambar?
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah tidak ada gambar yang benar atau salah secara mutlak dalam psikotes.
Psikolog tidak mencari gambar terbaik secara artistik.
Mereka melihat keseluruhan hasil tes, konsistensi jawaban, cara peserta bekerja, serta berbagai faktor lainnya.
Karena itu, mencoba membuat gambar yang tidak sesuai dengan diri sendiri hanya karena mengikuti mitos tertentu justru bisa menjadi bumerang.
Mitos Yang Sering Beredar Tentang Psikotes Menggambar
Harus Menggambar Orang Berseragam
Tidak ada aturan resmi yang mewajibkan peserta menggambar profesi tertentu.
Harus Menggambar Pohon Mangga
Banyak orang percaya hanya pohon mangga yang dianggap baik.
Padahal yang penting adalah pohon terlihat realistis dan lengkap.
Gambar Bagus Pasti Lolos
Penilaian psikotes tidak hanya berdasarkan keindahan gambar.
Gambar Jelek Pasti Gagal
Selama gambar jelas, lengkap, dan sesuai instruksi, kemampuan seni bukan faktor utama.
Latihan Sebelum Mengikuti Psikotes
Berlatih beberapa kali sebelum tes dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri.
Cobalah menggambar orang dan pohon secara sederhana di rumah.
Fokus pada kelengkapan, proporsi, dan kerapian gambar.
Dengan latihan yang cukup, Anda akan lebih tenang saat menghadapi psikotes yang sebenarnya.
Kunci Utama Menghadapi Psikotes Menggambar Dengan Percaya Diri
Tes menggambar orang dan pohon masih menjadi bagian dari proses psikotes di berbagai perusahaan karena dapat membantu psikolog memperoleh gambaran tambahan mengenai karakter dan kepribadian kandidat. Meskipun sering dianggap sulit, sebenarnya tes ini tidak menuntut kemampuan menggambar tingkat tinggi.
Yang paling penting adalah memahami instruksi, menggambar secara lengkap dan proporsional, menjaga kerapian hasil kerja, serta mengerjakan tes dengan tenang dan jujur. Hindari terlalu fokus pada mitos yang beredar karena penilaian psikolog tidak hanya berdasarkan satu aspek gambar saja.
Dengan persiapan yang baik, latihan sederhana, dan rasa percaya diri yang cukup, Anda dapat menghadapi psikotes menggambar orang dan pohon dengan lebih santai serta meningkatkan peluang untuk lolos ke tahap seleksi berikutnya.
FAQ Seputar Psikotes Menggambar Orang Dan Pohon
Apakah harus pandai menggambar untuk lolos psikotes?
Tidak. Penilaian lebih fokus pada aspek psikologis dibanding kemampuan seni.
Apakah gambar orang harus menggunakan profesi tertentu?
Tidak ada aturan khusus, tetapi profesi yang positif dan produktif sering menjadi pilihan yang baik.
Pohon apa yang paling aman digambar saat psikotes?
Pohon yang realistis seperti mangga, jambu, atau pohon besar lainnya yang mudah dikenali.
Apakah boleh menggunakan penghapus?
Boleh, tetapi hindari menghapus secara berlebihan hingga membuat gambar terlihat kotor.
Apakah psikotes menggambar masih digunakan perusahaan tahun 2026?
Ya. Beberapa perusahaan masih menggunakan tes ini sebagai bagian dari proses seleksi kandidat.



